[FF] Wrong Person in The Airport Part 5
PART 5
Ranyoung P.O.V
“Memandangimu yang tersenyum saat angin menerpa wajahmu” ia tersenyum padaku. Seketika aku mengalihkan pandanganku dari matanya. Aku tidak ingin mataku terperangkap dalam matanya dan membuatku terhipnosis karenanya.
Aku masih memikirkan kejadian tadi pagi di kampus. Hari sudah sangat larut sekarang. Tapi aku masih tetap tidak bisa memejamkan kedua mataku yang masih terbuka lebar. Seharusnya aku bisa tidur karena aku terlalu senang, tapi mengapa ini berbeda? Hati ini selalu berdebar bila merasakan tangannya yang menyentuhku, matanya yang memandangku atau suaranya yang menemaniku.
Ya, aku tahu. Aku hanya seorang fans and I just ordinary girl. I know him and I know who I was. aku hanya bisa bermimpi dan berimajinasi aku mempunyai pacar sepertinya. Jika aku sedang gila, aku bisa membayangkan hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya olehku. Yaa seperti membayangkan mempunyai pacar se-tampan Kyuhyun atau Siwon atau mempunyai kesempatan bisa bertemu dengan salah satu dari mereka. Hey! Tunggu! Bayanganku yang kedua sudah terwujud kan? Wah?? Aku baru menyadari hal ini. Oh, Tuhan.. terimakasih atas semuanya. Bisa-bisa kuliahku terganggu gara-gara aku selalu memikirkan pertemuanku dengan Kyu dan Siwon.
Karena kelelahan akibat pikirannya yang tetap memikirkan hal itu semua, Ranyoung akhirnya bisa tertidur ditemani cahaya bulan purnama yang perlahan menyeruak masuk di celah jendela kamarnya.
Karena kelelahan akibat pikirannya yang tetap memikirkan hal itu semua, Ranyoung akhirnya bisa tertidur ditemani cahaya bulan purnama yang perlahan menyeruak masuk di celah jendela kamarnya.
~~~~~~~~~~~~~~
Aku sedang bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Ku letakkan ponselku di meja makan karena sekarang aku sedang memakan serealku. Setelah itu aku mengambil tasku yang berada di sofa. Lalu aku keluar dan mengunci apartmentku rapat-rapat.
Saat aku berjalan menuju halte bis, ponselku berbunyi. Siapa yang menelepon? Tak ada nomor ini di kontak ponselku. Langsung saja ku angkat panggilannya karena ku pikir mungkin penting.
“Yobosaeyo?” tanyanya.
“Yobosaeyo?” jawabku. Aku seperti mengenal suaranya. Tapi siapa?
“Ranyoung-sshi, kau ada dimana?”
“Nuguseyo?” tanyaku.
“Ah, iya aku lupa. Ini aku. Siwon. Choi Siwon”
“Mwo?!” aku menghentikan langkahku. “Mwo!?” tanyaku sekali lagi dengan nada lebih tinggi.
“Hahahaha…ini aku..” ia tertawa renyah dan aku bisa dengar itu dengan jelas.
------------------------
Siwon P.O.V
“Mwo?!” tak lama kemudian “Mwo!?” tanyanya sekali lagi dengan nada lebih tinggi.
“Hahahaha…ini aku..” aku tertawa renyah. Oh dia sangat lucu.. sumpah.. aku tak tahan menahan suaraku untuk tidak tertawa selepas ini. Aku sedang dalam perjalanan untuk menjemputnya.
“Aku jemput kau sekarang ya!”
“Untuk apa?”
“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat”
“Kau mau mengajakku kemana? Tapi kan aku harus ke kampus” Tanyanya.
“Sudah, kau ikut saja..” jawabku sambil mengklakson Ranyoung tepat di belakangnya. Aku melihatnya ia berbalik dan terlihat kaget. Aku melambaikan tanganku padanya dan tersenyum lebar. Ia terseyum padaku juga dan melambaikan tangannya sampai ponsel yang dipegangnya lepas dari tangannya.
“Awas ponselmu jatuh!” Seruku ditelepon. Ia menyadari ucapanku dan cepat-cepat menangkap ponselnya yang sudah sampai di lutut.
“Aku sudah menangkapnya! Hampir saja...” serunya.
“Ayo masuk ke mobil!” pintaku. Lalu ia pun masuk ke dalam mobilku dan memasang seat-beltnya. Aku langsung mnginjak pedal gas dan meyusuri jalanan kota Seoul yang mulai padat.
“Kau benar-benar gila! Michyeo saram! (orang gila)” seruku.
“Mwo?! Michyeo? Tak salah?”
“Aku kira kau bercanda saat kau bilang akan menjemputku. Tapi dengan tiba-tiba kau sudah berada di belakangku..”
“Hahahaha.. tapi aku hebat kan? Sebenarnya tadi aku tak sengaja lewati jalan itu, dari jauh aku seperti melihatmu. Jadi aku meneleponmu untuk memastikan apa benar yang kulihat adalah kau”
“Oooh.. begitu rupanya. Tapi, sungguh aku benar-benar tak menyangka bisa bertemu denganmu lagi! Ini benar-benar..mengagumkan!” Katanya benar-benar bersemangat. Kami berdua terus berbincang-bincang sampai akhirnya aku memberhentikan mobilku di depan sebuah bangunan mewah.
“Kita sudah sampai!” seruku. Aku membawanya ke departemen store milikku. Yah, awalnya memang bukan itu tujuannya. Tapi aku sudah tak punya waktu lagi untuk mengajaknya ke tempat lain. Jadi, ku pilih saja tempat itu karena tempatnya paliing dekat dari sini. Aku turun dari mobil dan memberikan kunci mobilku untuk diparkirkan pada vallet parking yang ada disini.
“Mau apa kita kesini?” tanyanya sambil menutup pintu mobil.
“Kita mau...makan. Kau lapar kan?”
“Aku tidak...” belum sempat ia lanjutkan penolakannya, perutnya sudah berbunyi.
“Hahaha..tidak akan menolak? Kau sudah lapar kan? Ayo...”
“Hahaha..perutku ini memang kurang ajar. Dasar tak tahu malu” ia mengutuk dirinya sendiri.
Aku membawanya makan di restoran favoritku. Aku sering menghabiskan waktuku untuk sekedar minum kopi atau santai disini. Karena aku benar benar lapar, aku langsung memesan Wagyu steak. Tak apa lah berat badanku naik sedikit. Aku hanya makan Wagyu sekali-kali. Biasanya untuk sarapan aku hanya memakan Waffle.
“Kau mau pesan apa?” tanyaku padanya yang sedari tadi hanya membulak-balik buku menunya.
----------
Ranyoung P.O.V
“Kau mau pesan apa?” tanya Siwon.
”Aku....” aku tak tahu mau memesan apa karena harga makanan di restoran ini sangat mahal! Aku berfikir 2 kali untuk memesan makanan semahal ini. Jadi aku membolak-balikan buku menunya unntuk mencari apakah ada makanan yang sedikit lebih murah. Tadi ia memesan..apa? Wagyu Steak? Aku cek harganya dan disana tertera 35.000 won! Apa?! Itu kan uang saku-ku dalam seminggu! Ku putuskan saja untuk memesan menu yang sama dengannya.
“Samakan saja denganmu..hehe” aku tersenyum masam. Untung saja aku bawa uang tunai tadi. Jumlahnya pas dengan harga wagyu 100 gr itu.
Pelayan itu pun pergi dan kami hanya duduk dalam diam. Aku sibuk mengamati interior restoran ini dan ia sibuk tersenyum?
“Kau suka tempatnya?” tanyanya sambil tersenyum.
“Ya..aku suka. Tempatnya nyaman. Seperti dirumah..lagipula..tanaman rambatnya indah sekali”
“Lebih indah mana saat aku membawamu ke sini atau Kyuhyun yang menghangatkan pipimu? ” tanyanya sambil menatap mataku dalam, wajahnya terlihat marah tetapi ia seperti tersenyum lalu memohon. Ah, aku tak tahu ekspresi apa yang dibuatnya.
“Hah?! Mwo?!” aku langsung menatapnya dan tersenyum. “Maksudmu?” tanyaku sambil malu2.
“Ah..tidak. Ekhm.. A~~ Lupakan” ia menopang dagunya di sebelah kanan. Ia cepat-cepat mengalihkan pandangannya ke kiri seolah2 melihat pemandangan di luar sana. Ia memajukan bibirnya dan bernafas lalu mengeluarkannya perlahan.
“eeeh? Kau kenapa? Marah ya?? Atau jangan2 kau cemburu!?” godaku.
“ti..tidak... siapa yang cemburu? Aku hanya bertanya saja” ia merubah posisi duduknya. Sepertinya tidak nyaman. Mungkin ia kaget karena aku menggodanya. Lalu ia merubah posisinya menjadi lebih cool. Membiarkan cahaya yang masuk menerpa wajahnya yang tampan.
“Ok.. i will tell you something. Aku hanya menemaninya melukis. Hanya itu..”
“Oh..ya bagus.. aku tak ingin tahu kau berbuat apa dengannya..”
“Ba..baiklah...” aku tak tahu harus bilang apa. Sepertinya aku menjadi cangggung dengannya. Tapi, kenapa ia tahu bahwa aku tadi pergi dengan Kyu kemarin. Apa mungkin Kyuhyun menceritakan semuanya pada hyung-nya itu? Akhirnya kami diam dalam pikiran masing-masing sampai akhirnya 2 buah wagyu terhidang di depan mata kami dengan aroma yang sangat menggoda.
“Jalmogetseumnida~ (selamat makan.red)” seru Siwon sambil mengambil garpu dan pisau lalu melahapnya dengan nikmat.
------------
.mp4_snapshot_04.16_%5B2013.06.10_17.05.20%5D.jpg)

Comments
Post a Comment